Euistory: Endo dan Aku

Monday, 31 August 2026

Endo dan Aku

Waaahhh setelah sekian purnama terbit tenggelam akhirnya nulis lagiiiii.....
yups karena ini adalah moment terbaik dalam hidup ku yaah bisa dibilang turning point untuk hidupku yang kemarin sempat gak tentu arahnya mau dibawa kemana yang akhirnya banyak makannya, banyak galaunya, banyak stressnya, dan sedikit ibadahnya. 

Sekarang tuh lebih yang ke tahu apa yang mau dilakukan dan apa tujuan hidup. Tapi tujuan hidupnya bukan yang se-WOW mengguncang dunia... itu lebay Euis. Anak Gen-Z tau arti lebay gak siih?? out of topic plisss

Ya udah balik lagi ke topik. Jadi apa yang menjadi titik balik kehidupan ku? Apakah menemukan pasangan? NO.. Apakah berjalan menelusuri jalan setapak kemudian menemukan Ilham? No juga. Apakah berkontemplasi terus sadar hidup tuh gak gini-gini aja Euis.. Yaah apalagi.. ya pasti enggak lah. Kebanyakan scroll IG, tiktok, dan nonton netflix kapan kontemplasinya. 

Turning pointnya adalah Sakit. Dan sakit yang hanya bisa dirasakan kalau kamu perempuan. Nyeri Haid yang luar biasa sampai bisa merubah dunia ku. Nah disini aku mau buat semacar jurnal gitu tentang awal mula sakit ini bisa ketahuan sampai akhirnya pola hidup ku berubah. Supaya apa? supaya aku bisa baca lagi jikalau dia kambuh dan yaah jadi sejarah aja untuk hidupku. Bisa baca lagi anytime and anywhere.


Namana penyakitnya Endometriosis. Dia tuh semacam jaringan yang tumbuh di otot rahim yang seharusnya dia gak tumbuh disitu. Inilah yang menyebabkan sakit luar biasa kalau lagi menstruasi. Sebenarnya aku sakit dari sejak kuliah siiih. Which is udah lama beneer. Tapi tuh gak aware karena jadwal menstruasi ku masih normal. Jadi yaah paling sakit 1-2 hari selesai. Jadi gak pernah mau ke dokter untuk periksa. Tibalah masa dimana jdwal haid ku berantakan. Berikut Timelinenya...... (kok makin serius)

September - Oktober : aku gak haid. Oke lahh

November : Haid tapi dikit. Masih biasa aja mungkin faktor obat karena baru siap operasi

Desember  : Gak Haid lagi. kenapa pulak ini. 

Januari : Haid lagi tapi derasnya kek air hujan dimusim hujan plus sampai 18 hari belum berhenti juga. Nah disinilah aku mulai memberanikan diri untuk periksa ke dokter Obgyn

Tanggal 23 atau 24 Januari : periksa dan disitulah dokter mendiagnosa ku memiliki endometriosis dan adenomyosis. 

sempat panik apa pulak sakitnya ini. Karena yang aku tahu kalau bermasalah di rahim pasti jatuhnya kista, miom, PCOS. But it's new word for me. Karena penjelasan dokternya pelan, tenang, dan jelas jadinya gak jadi panik...wkwkwkwk... Aku sih panik kalau gak ada uang aja..bingung bayar dokternya gimana...ahahhaa 

Dokter menjelaskan apa-apa yang boleh dan apa-apa yang tidak boleh. So, sebenarnya belum ada yang bisa memastika penyebab endometriosis ini. Tapi dokter di seluruh dunia sepaham kalau faktor gaya hidup dari makanan sampai pola hidup dapat memicu terjadinya endometriosis ini. Walau ini tidak pasti akan dilami sama semua perempuan yang memiliki gaya hidup yang sama. Jadi maksudnya misal, Si Bunga dan si Daun 2 suka makan makanan UPF, Bakso, Seblak dan segala permicinan. Tapi bisa aja kasus ini dialami oleh si Bunga namun tidak untuk si daun. Karena imun orang berbeda-beda. Jadi plis jangan ada omongan. lhoo aku makan itu biasa aja gak kenapa... plis jangan dek yaa.. itu tuh nyakitin. jadi mending jaga omongan mu. 

Oke setelah pulang dari dokter, aku langsung membuat rencana dalam hidup ku. 

  1. Mulai stop gula, makanan manis, ultra process food, kopi plus susunya, tepung dan nasi
  2. Aku harus turun sampai 15 Kg untuk bisa mengurangi pertumbuhan jaringannya.
  3. Mulai olahraga. Kalau ini rajin siih tapi ini lebih rajin lagi. 
  4. Gak boleh bergadang. Jadi tidur harus jam 10. Karena percuma kamu diet tapi masih suka bergadang. Nonsense gaes. Berat badan mu gak akan turun
  5. Makan real food. Jadi benar-benar udah membawa bekal dari rumah. Gak ada lagi ceritanya beli diluar dan makan masakan orang yang gak jelas asal-usulnya. 
  6. Kelola stress. Gak boleh sedih-sedih lagi. Lebih singkatnya siih bodo amat dengan semuanya. As long as gak ganggu pikiran, yaa udah bodo amat. 
  7. Cari kebahagian kita sendiri yang gak ganggu orang lain
  8. Postive thingking dan abaikan yang tidak penting dalam hidupmu
  9. Yaah bersahabat dengan keadaan. Capek gak siih menyalahkan keadaan terus. Jadi baiknya berteman aja udah. Biar bisa saling curhhat... Ahahahaha
  10. Yang pasti makin kuat ibadahnya... Karena ini semua sudah sesuai dengan takdir dari Allah SWT. 
Itulah rencana kehidupan ku yang sudah ku rancang dengan baik. Apakah semua berjalan  dengan sempurna... ohh tentu tidak. 
untuk pola makan, tidur dan olahraga alhamdulillah konsisten siih. And the result is my weight from 73 to 58. Alhamdulillah bisa turun 15 kg
Nah untuk yang lainnya masih belajar yaaa... soalnya kadang suka stress juga, suka ngamuk-ngamuk juga. Suka negative thingking juga. masih suka mempertanyakan Why????  tapi yaah itu namanya juga proses yaa. Pelan-pelan wae laah

Selama proses pengobatan, banyak hal yang kudapatkan siih salah satunya sabar dan sakit siih pastinya. 
2 kali masuk rumah sakit itu sebuah pengalaman yang dahsyat siih. 

Jadi setelah diperiksa ke obgyn, aku lalu diresepkan obat Nelandoz. Semacam obat hormon agar hormon ku bisa normal dan seimbang kembali. Setelah pemakaian 3 bulan belum ada perubahan
hari kedua lebaran, sakitnya mulai terasa kemballi. sampai hari keempat lebaran masih sakit, akhirnya kakak ku membawa ke IGD untuk dirawat. Karena sudah sama sekali gak selera makan, taunya cuma rebahan sambil menahan sakit. 

Saat dirawat, aku disarankan minum pil KB.. Ya Allah Pil KB. Gak terbayang bakalan minum obat ini disaat diri ini masih gadis. Tapi entah kenapa malah darahnya berhenti keluar, dan sakitnya berkurang. Pulang doong ke rumah dengan hati ceria dan bahagia. Bukan apa-apa siih Nelandoz obat sebelumnya tuuh mahal eeh diresepkan pil KB jadinya murah meriah... yaah sumringah dong. 

Namun kebahagiaan itu tidak berjalan lama. Karena 2 minggu kemudian sakit ku kembali meradang. Lagi-lagi masuk IGD karena sudah tak tertahankan. Nah kali ini dokjter obgynnya menyarankan obat yang lebih mahal yang bernama Visanne. 
Aku harus minum obat itu setiap  hari di jam yang sama sampai endo ku mengecil. Masalahnya adalah, obat ini 2 strip isinya 28 biji, harganya 750 ribuu pemirsaa. Tidak sampai sebulan harus beli obat lagi. bahkan gajian belum turun juga, aku harus mengeluarkan uang 1,5 juta aja... waaahhhh
Tapi Insha Allah yaa Allah tuh Maha mencukupkan. Kalau rejeki kita gak akan tertukar yaah itu emang rejeki kita. Entah dari mana kayaknya uang ku untuk beli obatnya ada aja. Pakai uang halal,  bukan dari korupsi, bukan juga dari sumbangan orang lain. Benar-benar uang dari rekening pribadi yang datangnya dari Allah SWT yang memberi. 

Selama 1 tahun mengkonsumsi obat ini, sakitnya emang sudah baikan. Haid tidak keluar sama sekali. Karena obat ini tuh menghentikan haid yang menjadi makanan si jaringan endonya. Fyi, Endometriosis tuh gak bisa sembuh kecuali si penderita menapouse. Masalahnya menunggu aku menapouse tuh juga  masih lama. Menahan sakit juga tiap bulan akan sangat menyiksa. 

Setelah 1 tahun mengkonsumsi obat, akhirnya aku berani kembali periksa ke Obgyn untuk mengecek kondisi si Endometriosis ini. Hasilnya, dia mengecil dan dokter mengatakan untuk berhenti mengkonsumsi Visanne. Alhamdulillah. You know yang aku senangin adalah bukan karena si endo ini mengecil. Tapi karena aku bisa saving 750 ribu tiap bulannya. Hahahahha... isi otak manusia ini ya Allah. Tapi yaah bersyukur juga ada kemajuan dari jaringan ini. Ikhtiar selama ini berbuah hasil. 

Sebulan setelah berhenti minum obat, Haid ku kembali keluar. Apakah tetap sakit? Yaah tentu saja, namun masih bisa berkatifitas. Tidak sampai bed rest total. Setelah 4 kali menstruasi, sakitnya kembali kambuh. Kali ini harus membuat aku bed rest di rumah sakit. Benar-benar yaa mengguncang kesabaran sekali. Namun kali ini saat dokter menyarankan untuk kembali minum obat, aku tidak menurutinya. Aku ingin berdamai dengan rasa sakit ini. Aku ingin yaa udah lah nikmati saja. Balik ke pola hidup sehat saja daripada harus minum obat lagi. 

Hasilnya, menstruasi gak lancar, sakitnya hilang timbul, volume darah luar biasa banyak. Tapi apakah aku mengeluh kali ini? Ohh tentu tidak. Aku yang sekarang bahkan malas berdrama dengan diri sendiri apalagi dengan orang lain. Jadi semuanya ku nikmati saja sambil minum kopi. 

Dan akhirnya endometriosis ini mengajarkan ku banyak hal. Kesabaran, kekuatan, dan hidup lebih baik. Sakit ini adalah sakit hormonal yang sangat menguras emosi. Aku belajar banyak sekali dari ini semua. Mulai dari orlahraga yang rajin, makan-makanan yang sehat, sampai mengelola emosi ku agar lebih stabil. Kalau yang ini mash suka juga naik turun. Yaah maklum namanya juga perempuan. Suka gak jelas arah dan tujuan emosinya. 

The last but not the least, hidup tuh emang perjalanan yang harus diisi dengan hal baik. Walau terjalnya banyak, tapi rahmat Allah jauuh lebih banyak, jika kita mampu melihatnya. 
Semoga sakit ini bisa menghapuskan dosaku yang banyaknya tak terkira. Semoga juga bisa melatihku lebih sabar dan tawakkal lagi, semoga bisa membuat ku lebih kuat dari segala hal. 

Karena sesuatu yang diberikan Allah SWT pasti bermakna untuk kita.

Sekian curahan hati anak muda ini, mau pamit undur diri lagi yang entah kapan bisa balik ngeblog lagi. 
Wassalam



No comments:

Post a Comment

Endo dan Aku

Waaahhh setelah sekian purnama terbit tenggelam akhirnya nulis lagiiiii..... yups karena ini adalah moment terbaik dalam hidup ku yaah bisa ...